tugas minggu ke 4

A. Empowerment strest konflik

1. pengertian empowerment

Menurut Merriam Webster dan Oxford yaitu memberi kekuasaan, mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas pada fihak lain. Shardlow (1998) pemberdayaan pada intinya membahas bagaimana individu, kelompok ataupun komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan mereka.

2. kunci efektifitas empowerment dalam manajemen

Konsep pemberdayaan (empowerment), menurut Friedmann muncul karena adanya dua primise mayor, yaitu “kegagalan” dan “harapan”. Kegagalan yang dimaksud adalah gagalnya model pembangunan ekonomi dalam menanggulangi masalah kemiskinan dan lingkungan yang berkelanjutan, sedangkan harapan muncul karena adanya alternatif-alternatif pembangunan yang memasukkan nilai-nilai demokrasi, persamaan gender, peran antara generasi dan pertumbuhan ekonomi yang memadai. Dengan dasar pandangan demikian, maka pemberdayaan masyarakat erat kaitannya dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pada masyarakat, sehingga pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan dan pengamalan demokrasi.

3. pengertian stress.

Stress menurut Hans Selye 1976 merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan stress apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang berat tetapi orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan itu, maka tubuh akan berespon dengan tidak mampu terhadap tugas tersebut, sehingga orang tersebut dapat mengalami stress. Respons atau tindakan ini termasuk respons fisiologis dan psikologis.

4. sumber stress pada manusia

menurur cristian (2005) sumber- sumber potensi stress pada manusia yaitu :

a. Sumber-sumber stress didalam diri seseorang

b. Sumber-sumber stress di dalam keluarga

c. Sumber-sumber stress didalam komunitas dan lingkungan

d. Sumber-suber stress di dalam pekerjaan

5. pendekatan terhadap stress pada manusia

a. pendekatan individu

seorang karyawan dapat berusaha sendiri untuk mengurangi level stresnya. Strategi yang bersifat individual yang cukup efektif yaitu : pengelolahan waktu, latihan fisik, latihan relaksasi, dan dukungan social. Dengan pengelolahan waktu yang baik maka seseorang karyawan dapat menyelesaikan tugas dengan baik, tanpa tuntutan kerja yang tergesa-gesa. Dengan latihan fisik dapat meningkatkan kondisi tubuh agar lebih prima sehingga menghadapi tuntutan tugas yang berat.

b. pendekatan perusahaan

beberapa penyebab stress adalah tuntutan dari tugas dan peran serta struktur organisasi yang semuannya dikendalikan oleh manajemen, sehingga factor-faktor itu dapat diubah. Oleh karena itu strategi-strategi yang mungkin digunakan oleh manajemen untuk mengurangi stresskaryawan adalah melalui seleksi dan penempatan, penetapan tujuan, redesain pekerjaan, pengambilan keputusan partisipatif, komunikasi organisasi, dan program kesejahteraan. Melalui strategi tersebut akan menyebabkan karyawan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya dan mereka bekerja untuk tujuan yang mereka inginkan serta adanya hubungan interpersonal yang sehat serta perawatan terhadap kondisi fisik dan mental. Secara umum strategi manajemen stress kerja dapat dikelompokkan menjadi strategi penanganan individuan dan dukungan social.

6. definisi konflik

Menurut Killman dan Thomas (1978), konflik adalah kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja.

Menurut Robbins: Konflik dimaknai sebagai suatu proses yang mulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif, atau akan segera mempengaruhi secara negatif, sesuatu yang diperhatikan oleh pihak pertama. Suatu ketidakcocokan belum bisa dikatakan sebagai suatu konflik bilamana salah satu pihak tidak memahami adanya ketidakcocokan tersebut.

Menurut Cassel Concise dalam Lacey: mengemukakan bahwa konflik sebagai “a fight, a collision; a struggle, a contest; opposition of interest, opinion or purposes; mental strife, agony”. Pengertian tersebut memberikan penjelasan bahwa konflik adalah suatu pertarungan, suatu benturan; suatu pergulatan; pertentangan kepentingan, opini-opini atau tujuan-tujuan; pergulatan mental, penderitaan batin.

7. jenis-jenis konflik

Konflik itu mempunyai banyak jenis seperti yang dikatakan James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflikyaitu konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok, konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.

a. Konflik Intrapersonal

b. Konflik Interpersonal

c. Konflik antar perorangan

d. Konflik Antar Kelompok

e. Konflik antar organisasi

8. proses konflik

Menurut Louis R.Pandy mengukapkan proses konflik terdiri dari 5 tahap :

Tahap I konflik laten yaitu tahap munculnya factor-faktor penyebab konflik dalam organisasi yaitu : Saling ketergantungan kerja, Perbedaan tujuan dan prioritas, Perbedaaan status, Sumber daya yang terbatas.

Tahap II konflik yang dipersepsikan (konflik yang dirasakan) , pada tahap ini salah satu pihak memandang pihak lain sebagai penghambat atau mengancam pencapaina tujuan.

Tahap III Konflik yang dirasakan, pada tahap ini konflik tidak sekedar  dipandang ada, akan tetapi benar-benar sudah dirasakan.

Tahap IV konflik yang dimanifestasikan, pada tahap ini prilaku tertentu sebagai indicator konflik sudah mulai ditunjukan, seperti adanya sabotase, agresi terbuka, konfrontasi, rendahnya kenerja dan lain-lainnya.

Tahap V konflik Aftermath, jika konflik benar-benar  diselesaikan maka hal itu akan meningkatkan hubungan  para anggota organisasi. Hanya jika penyelesaian tidak tepat maka akan timbul konflik baru.

B. Komunikasi dalam manajemen

1. Pengertian komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal

2. proses komunikasi

Menurut wiryanto (2006) Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara kominikan dengan komunikatornya.

Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :

a. penginterprestasian

b. penyandian

c. pengiriman

d. penerimaan

e. perjalanan

f. penyandian balik

g. penginterpresian kembali

3. hambatan dalam komunikasi

Beberapa hambatan dalam komunikasi yaitu :

a. hambatan psikologis

b. hambatan sosiokultural

c. hambatan interaksi verbal

4. komunikasi interpersonal

a. componential

Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikanumpan balik segera.

b. Situasional

Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung.

5. model pengolahan informasi komunikasi : rational, limited capacity, expert, cybermetic

Model-model Pengolahan Informasi pada dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan-dorongan internal (datang dari dalam diri) manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya, serta mengembangkan bahasa untuk mengungkapkannya. Model Pengolahan informasi berorientasi pada : proses kognitif, pemahaman dunia, oemecahan masalah, berfikir induktif.

6. model interaktif manajemen dalam komunikasi.

a. confidence

Dalam manajemen timbulnya suatu interaksi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.

b. Immediacy

Immediacy adalah model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan.

c. interaction manajemen

Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan.

d. Expresiveness

Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.

e. other orientation

Dalam hal ini suatu manajemen organisasi berorientasi pada pegawai.

 

sumber :

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/197106141998031-JONI_RAHMAT_PRAMUDIA/KONSEP_EMPOWER_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf

 

http://kotak-kabar.blogspot.com/2011/06/definisi-pemberdayaan-empowerment.html

Joseph A. Devito, Komunikasi Antar Manusia .Jakarta; Profesional book,edisi 5, Hal. 231

http://communication.uii.ac.id/images/PERKULIAHAN/2013/SosKom/soskom6.pdf

Christian,M.2005.Jinakkan stress.Bandung:Nexx Media

http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-konflik-sosial-menurut-para.html

Wiryanto, DR., 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ketiga.Jakarta: PT Grasindo.

http://idadwiw.wordpress.com/2011/12/18/pengertian-komunikasi/

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06. penanganan – kerja

http:// pengertian manajemen.blogspoot.com

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s