minggu ke 3

A. mengendalikan fungsi manajemen

1. pengertian controling (mengendalikan)

pengendalian adalah sebuah usaha sistematik dari manajemen untuk mencapai tujuan dengan membandingkan kinerja dengan rencana awal kemudian melakukan langkah perbaikan terhadap perbedaan-perbedaan penting dari keduanya.

Pengendalian adalah salah satu fungsi manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan. Pengendalian merupakan adalah fungsi penting karena membantu untuk memeriksa kesalahan dan mengambil tindakan korektif sehingga penyimpangan dari standar diminimalkan dan menyatakan tujuan organisasi dicapai dengan cara yang diinginkan.

Menurut konsep modern, kontrol adalah tindakan yang sebelumnya mengetahui, sedangkan konsep awal pengendalian digunakan hanya ketika kesalahan terdeteksi. Kontrol dalam manajemen berarti menetapkan standar, mengukur kinerja aktual dan mengambil tindakan korektif.

Pengertian pengendalian dari beberapa tokoh:

a. G.R. Terry

Pengendalian dapat didefinisikan sebagai proses penentuan, apa yang harus dicapai yaitu standar, apa yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan recana yaitu selaras dengan standar

b. Harold Koontz

Pengendalian adalah pengukuran dan perbaiakan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dapat terlaksana/

c. EFL Breach

Pengendalian juga memeriksa kinerja saat ini terhadap yang telah ditentukan standar yang terdapat dalam rencana, dengan tujuan untuk memastikan kemajuan yang memadai dan kinerja yang memuaskan.

2. langkah-langkah dalam mengendalikan fungsi manajemen

Mochler dalam Stoner James, A. F. (1988) menetapkan empat langkah dalam proses pengendalian, yaitu sebagai berikut:

a. Menentukan standar dan metode yang digunakan untuk mengukur prestasi.

b. Mengukur prestasi kerja.

c. Menganalisis apakah prestasi kerja memenuhi syarat.

d. Mengambil tindakan korektif

Langkah – langkah penting pada proses pengendalian dapat digolongkan 6 elemen, yaitu :

a. mengidentifikasikan tujuan dan strategi

b. Penyusunan program

c. Penyusunan anggaran

d. Kegiatan dan pengumpulan realisasi prestasi

e. pengukuran prestasi

f. analisis dan pelaporan

3. tipe-tipe kontrol dalam manajemen

Tipe – tipe control manajemen :

a. ( Awal ) Preliminary

Kadang – kadang disebut kendali feedforward, hal ini harus dipenuhi sebelum suatu pekerjaan dimulai. Kendali ini menyankinkan bahwa arah yang tepat telah disusun dengan sumber – sumber yang tepat tersedia untuk memenuhinya.

b. ( Saat Ini ) Concurrent

Berfokus pada apa yang sedang terjadi selama proses. Kadang – kadang disebut Kendali streering, kendali ini memantau operasi dan aktivitas yang sedang berjalan untuk menjamin sesuatunya telah sedang dikerjakan dengan tepat.

c. ( Akhir ) Post-Action

Kadang disebut kendali feedback. Kendali ini mengambil tempat setelah suatu tindakan dilengkapi. Kendali akhir berfokus pada hasil akhir, kebalikan dari input dan aktivitas.

4. jelaskan proses kontrol manajemen

Proses Manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses kerangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis. Sesungguhnya keempat proses itu merupakan hasil ikhtisar dari berbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai manajemen.

B. kekuasaan dan pengaruh

1. pengertian kekuasaan

Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.

Menurut Robert M. MacIver: “Kekuasaan sosial adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung dengan jalan memberi perintah, maupun secara tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia.

Kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat–akibatnya sesuai dengan tujuan–tujuan pemegang kekuasaan sendiri.

2. sumber-sumber kekuasaan

a. Kekuasaan Penghargaan (Reward power)

kekuasaan yang bersumber pada kemampuan orang mengontrol sumberdaya dan memberikan imbalan pada orang lain.

b. Kekuasaan koersif (Coercive power)

kekuasaan yang bersumber pada kemampuan dalam menggunakan ancaman dan hukuman.

c. Kekuasaan Legitimasi (Legitimate power)

kekuasaan yang bersumber pada hak atau  wewenang resmi dalam organisasi.

d. Kekuasaan Keahlian (Expert power)

kekuasaan yang bersumber pada kemampuan spesifik (keahlian) dalam bidang tertentu.

e. Kekuasaan Referen (Referent power)

kekuasaan yang bersumber pada ciri khas kepribadian tertentu.

3. unsur-unsur kekuasaan

a. Rasa takut

  • Menimbulkan kepatuhan terhadap perintah   seseorang yang ditakuti
  • perasaan negatif, orang tunduk pada orang lain karena terpaksa
  • meniru tindakan orang yang ditakuti
  • matched dependent behaviour
  • pemerintahan otoriter

b. Rasa Cinta

Umumnya menimbulkan tindakan atau perbuatan yang cenderung positif untuk menyenangkan hati orang yang dicintai.

c. Kepercayaan

Menimbulkan tindakan penyerahan diri terhadap berbagai urusan terhadap seseorang yang dipercaya.

d. Pemujaan

Menimbulkan tindakan yang cenderung membenarkan apa yang dilakukan oleh penguasa

4. bentuk-bentuk kekuasaan menurut french dan raven

Psikolog sosial Michigan, French dan Raven menggunakan definisi yang sama dalam membahas teori lapangannya Lewin mengenai kekuasaan. Menurutnya kekuasaan “adalah kemampuan potensial dari seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi yang lainnya didalam system yang ada”, (dalam Roderick Martin: 71). Tetapi penghalusan terhadap konsep Weber yang kini tampaknya paling menonjol disodorkan oleh Dahrendorf dan Blau. Merekalah yang berhasil menembus kelemahan tertentu yang ada pada teori-teori Weber, sebagaimana yang tampak umumnya pada pengembangan pendekatan Weber.

Setelah secara blak-blakan mendukung definisi Weber, kemudian Dahrendorf mengemukakan bahwa “kekuasaan adalah milik kelompok, milik individu-individu daripada milik struktur sosial”, (dalam Roderick Martin: 71). Perbedaan yang penting adalah kekuasaan dengan otoritas terletak pada kenyataan bahwa kalau kekuasaan pada hakekatnya diletakan pada kepribadian individu, maka otoritas selalu dikaitkan dengan posisi atau peranan sosial-kekuasaan, selalu merupakan suatu hubungan yang faktual, sedangkan otoritas merupakan suatu hubungan yang logis.

Perumusan yang menghilangkan wujud hubungan kekuasaan yang tidak terstruktur atau yang terjadi secara berulang-ulang ini merupakan sumber utama yang memunculkan konflik sosial.

French dan Raven mendefinisikan kekuasaan berdasarkan pada pengaruh; dan pengaruh berdasarkan pada pengubahan psikologis. Pengaruh adalah pengendalian yang dilakukan oleh seseorang dalam organisasi maupun dalam masyarakat terhadap orang lain. Konsep penting atas  dasar gagasan ini adalah bahwa kekuasaan merupakan pengaruh laten (terpendam), sedangkan pengaruh merupakan kekuasaan dalam kenyataan yang direalisasikan. French dan Raven mengidentifikasikan lima sumber basis kekuasaan :

a. KEKUASAAN BALAS JASA (REWARD POWER)

b. KEKUASAAN PAKSAAN (COERCIVE POWER)

c. KEKUASAAN SAH (LEGITIMATE POWER)

d. KEKUASAAN AHLI (EXPERT POWER)

e. KEKUASAAN PANUTAN (REFERENT POWER)

 

sumber :

http://id.shvoong.com/business-management/management/2290028-pengertian-dan-definisi-controlling-pengendalian/

 http://wayannirwansetiabudi.wordpress.com/2013/11/09/hubungan-antara-kekuasaan-dan-pengaruhnya-menurut-french-dan-raven/

 http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=30&cad=rja&ved=0CHYQFjAJOBQ&url=http%3A%2F%2Ffile.upi.edu%2FDirektori%2FFPEB%2FPRODI.AKUNTANSI%2F195407061987031-KARLI_SOEDIJATNO%2FAkmen%2FChapter_9%2FSISTEM_PENGENDALIAN_MANAJEMEN_YANG_DAH_DIEDIT.pdf&ei=p3hmUsqvC4iQrQf87IBg&usg=AFQjCNGXbNNrlz0cy1sYux9JSciK8oZ7IA&bvm=bv.55123115,d.bmk

 http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&sqi=2&ved=0CEQQFjAD&url=http%3A%2F%2Fweb.unair.ac.id%2Fadmin%2Ffile%2Ff_20025_3d.ppt&ei=lAerUqG0DYT-rAeSnYCIDQ&usg=AFQjCNHPxEiO1ob18ZXJGMMuFQ1Kcg4x_A&bvm=bv.57967247,d.bmk

 http://www.scribd.com/doc/30467346/Fungsi-Manajemen-Pengendalian

  http://blog.ub.ac.id/abidatul/files/2013/04/kekuasaan-dan-pengaruh-6.pdf

 Hasibuan, Malayu S.P. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara

 M.Ag, Badrudin. (2013). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Alfabeta.

 Tangkilisan, Drs.Hessel Nogi S. (2005). Manajemen Publik. Jakarta: PT. Grasindo.

 Stoner, James A.F., et al., Management, 6th Ed., Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, 1995 Sumber referensi, buku karangan Prof. Miriam Budiardjo, berjudul Dasar–Dasar Ilmu Politik, tahun 2000

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s