Tujuh Psikodinamika Simtom

Pikiran bawah sadar selalu melindungi pikiran sadar dan individu secara keseluruhan menurut cara terbaik yang ia “ketahui” atau berdasarkan kerangka persepsinya tentang realitas. Namun, persepsi ini bisa saja dan seringkali berbeda dengan persepsi realitas pikiran sadar. Pikiran bawah sadar mungkin mempunyai metode perlindungan yang “lebih baik”, tetapi belief system pikiran sadar bisa saja menolak, menentang, atau mengabaikan pesan yang disampaikan oleh pikiran bawah sadar.

Charless Tebbetts, seorang maestro hipnoterapi, dalam bukunya Miracles on Demand, mengatakan bahwa setiap simtom atau gejala dari suatu masalah sebenarnya berasal dari salah satu atau sekumpulan sebab. Tebbetts menamakannya Seven Psychodynamics of a Symptom (Tujuh psikodinamika simtom) :

1. Menghukum diri sendiri

Pikiran bawah sadar seringkali melakukan tindakan menghukum diri sendiri untuk menghilangkan perasaan bersalah atau untuk menghindari hukuman dari figur yang dipandang memiliki otoritas lebih tinggi.

2. Pengalaman masa lalu

Pengalaman masa lalu yang menyakitkan menurut persepsi pikiran bawah sadar mempunyai pengaruh yang sangat kuat dan bertahan lama.

3. Konflik internal

Konflik internal muncul karena setidak-tidaknya ada dua bagian dari diri seseorang yang saling bertentangan. Tujuan kedua bagian ini sebenarnya sama-sama baik, tetapi karena bertolak belakang, timbul masalah.

4. Masalah yang belum terselesaikan

Masalah yang belum terselesaikan oleh pikiran bawah sadar akan muncul dalam bentuk simtom. Simtom adalah cara pikiran bawah sadar untuk mendapatkan perhatian pikiran sadar.

5. Secondary gain

Simtom yang dialami seseorang seringkali mempunyai tujuan tersembunyi demi keuntungan orang tersebut.

6. Indentification

Hal ini terjadi ketika klien mengidentifikasi dirinya dengan seseorang yang ia kagumi, cintai, atau ingin ia tiru.

7. Imprint

Ini adalah sebuah kepercayaan/belief yang ditanam ke pikiran klien, biasanya oleh figur yang dipandang memiliki otoritas. Teknik yang digunakan untuk mengatasi hal ini tergantung pada jenis kepercayaan yang ditanamkan, kapan ditanamkan, dan sudah berapa lama menetap dipikiran klien. Kuncinya adalah banyak bertanya kepada klien, baik ketika dalam kondisi sadar, atau ketika dalam kondisi hypnosis dengan menggunakan ideo motor response.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s