Gambaran Kepribadian Berdasarkan Teori Psikoanalisa

Perkembangan Kepribadian Menurut Erikson

Menurut Erikson, perkembangan manusia melewati suatu proses dialektik yang harus dilalui dan hasil dari proses dialektik ini adalah salah satu dari kekuatan dasar manusia yaitu harapan, kemauan, hasrat, kompetensi, cinta, perhatian, kesetiaan dan kebijaksanaan. Perjuangan diantara dua kutub ini meliputi proses di dalam diri individu (psikologis) dan proses di luar diri individu (sosial). Dengan demikian, perkembangan yang terjadi adalah suatu proses adaptasi aktif.

Remaja menurut Erikson, memiliki dua kutub dialektik yaitu Identitas dan Kebingungan. Salah satu dari pencarian individu dalam tahapan ini yaitu pencarian identitas dirinya dengan menjawab satu pertanyaan penting yaitu “Siapa Aku?”. Bila individu berhasil menjawabnya akan menjadi basis bagi perkembangan ke tahap selanjutnya. Namun, apabila gagal, maka akan menimbulkan kebingungan identitas di mana individu tidak berhasil menjawab siapa dirinya yang sebenarnya. Apabila seorang individu tidak berhasil menemukan identitas dirinya, maka ia akan sulit sekali mengembangkan keintiman dengan orang lain terutama dalam hubungan heteroseksual dan pembentukan komitmen seperti yang terdapat dalam pernikahan.

Kepribadian Menurut teori Psikoanalisa Sigmund Freud

Dalam teori ini kepribadian di pandang sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem, yang memiliki fungsi, kelengkapan, prinsip operasi, dinamisme, dan mekanismenya sendiri sendiri. Ketiganya saling berkaitan dan membentuk suatu totalitas.

1. Id atau das es.
Merupakan sistem kepribadian yang paling dasar, dan mengandung naluri bawaan. Id bertindak sebagai penyedia atau penyalur energi yang di butuhkan oleh sistem tersebut untuk operasi atau kegiatannya. Dalam menjalankan fungsi dan operasinya di landasi oleh maksud mempertahankan konstansi /the principle of constancy, yang bertujuan untuk menghindari keadaan tidak menyenangkan dan mencapai keadaan yang menyenangkan /the pleasure principle.

2. Ego.
Merupakan sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah individu kepada dunia objek dari kenyataan, dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan /the reality principle. Ego terbentuk pada struktur kepribadian individu sebagai hasil kontak dengan dunia luar.

3. Superego atau das ueberich.
Merupakan sistem kepribadian yang berisi nilai dan aturan yang bersifat evaluatif atau menyangkut baik buruk. Fungsi utama super ego adalah:

– sebagai pengendali dorongan atau impuls naluri Id agar impuls tersebut tersalurkan dalam bentuk sesuatu yang bisa di terima oleh masyarakat.

– mengarahkan ego pada tujuan yang sesuai dengan moral dibanding dengan kenyataan.

– mendorong individu pada kesempurnaan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s