tugas minggu ke 4

A. Empowerment strest konflik

1. pengertian empowerment

Menurut Merriam Webster dan Oxford yaitu memberi kekuasaan, mengalihkan kekuatan atau mendelegasikan otoritas pada fihak lain. Shardlow (1998) pemberdayaan pada intinya membahas bagaimana individu, kelompok ataupun komunitas berusaha mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengontrol kehidupan mereka sendiri dan mengusahakan untuk membentuk masa depan sesuai dengan keinginan mereka.

2. kunci efektifitas empowerment dalam manajemen

Konsep pemberdayaan (empowerment), menurut Friedmann muncul karena adanya dua primise mayor, yaitu “kegagalan” dan “harapan”. Kegagalan yang dimaksud adalah gagalnya model pembangunan ekonomi dalam menanggulangi masalah kemiskinan dan lingkungan yang berkelanjutan, sedangkan harapan muncul karena adanya alternatif-alternatif pembangunan yang memasukkan nilai-nilai demokrasi, persamaan gender, peran antara generasi dan pertumbuhan ekonomi yang memadai. Dengan dasar pandangan demikian, maka pemberdayaan masyarakat erat kaitannya dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pada masyarakat, sehingga pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan dan pengamalan demokrasi.

3. pengertian stress.

Stress menurut Hans Selye 1976 merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan stress apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang berat tetapi orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan itu, maka tubuh akan berespon dengan tidak mampu terhadap tugas tersebut, sehingga orang tersebut dapat mengalami stress. Respons atau tindakan ini termasuk respons fisiologis dan psikologis.

4. sumber stress pada manusia

menurur cristian (2005) sumber- sumber potensi stress pada manusia yaitu :

a. Sumber-sumber stress didalam diri seseorang

b. Sumber-sumber stress di dalam keluarga

c. Sumber-sumber stress didalam komunitas dan lingkungan

d. Sumber-suber stress di dalam pekerjaan

5. pendekatan terhadap stress pada manusia

a. pendekatan individu

seorang karyawan dapat berusaha sendiri untuk mengurangi level stresnya. Strategi yang bersifat individual yang cukup efektif yaitu : pengelolahan waktu, latihan fisik, latihan relaksasi, dan dukungan social. Dengan pengelolahan waktu yang baik maka seseorang karyawan dapat menyelesaikan tugas dengan baik, tanpa tuntutan kerja yang tergesa-gesa. Dengan latihan fisik dapat meningkatkan kondisi tubuh agar lebih prima sehingga menghadapi tuntutan tugas yang berat.

b. pendekatan perusahaan

beberapa penyebab stress adalah tuntutan dari tugas dan peran serta struktur organisasi yang semuannya dikendalikan oleh manajemen, sehingga factor-faktor itu dapat diubah. Oleh karena itu strategi-strategi yang mungkin digunakan oleh manajemen untuk mengurangi stresskaryawan adalah melalui seleksi dan penempatan, penetapan tujuan, redesain pekerjaan, pengambilan keputusan partisipatif, komunikasi organisasi, dan program kesejahteraan. Melalui strategi tersebut akan menyebabkan karyawan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya dan mereka bekerja untuk tujuan yang mereka inginkan serta adanya hubungan interpersonal yang sehat serta perawatan terhadap kondisi fisik dan mental. Secara umum strategi manajemen stress kerja dapat dikelompokkan menjadi strategi penanganan individuan dan dukungan social.

6. definisi konflik

Menurut Killman dan Thomas (1978), konflik adalah kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Kondisi yang telah dikemukakan tersebut dapat mengganggu bahkan menghambat tercapainya emosi atau stres yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja.

Menurut Robbins: Konflik dimaknai sebagai suatu proses yang mulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif, atau akan segera mempengaruhi secara negatif, sesuatu yang diperhatikan oleh pihak pertama. Suatu ketidakcocokan belum bisa dikatakan sebagai suatu konflik bilamana salah satu pihak tidak memahami adanya ketidakcocokan tersebut.

Menurut Cassel Concise dalam Lacey: mengemukakan bahwa konflik sebagai “a fight, a collision; a struggle, a contest; opposition of interest, opinion or purposes; mental strife, agony”. Pengertian tersebut memberikan penjelasan bahwa konflik adalah suatu pertarungan, suatu benturan; suatu pergulatan; pertentangan kepentingan, opini-opini atau tujuan-tujuan; pergulatan mental, penderitaan batin.

7. jenis-jenis konflik

Konflik itu mempunyai banyak jenis seperti yang dikatakan James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflikyaitu konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok, konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.

a. Konflik Intrapersonal

b. Konflik Interpersonal

c. Konflik antar perorangan

d. Konflik Antar Kelompok

e. Konflik antar organisasi

8. proses konflik

Menurut Louis R.Pandy mengukapkan proses konflik terdiri dari 5 tahap :

Tahap I konflik laten yaitu tahap munculnya factor-faktor penyebab konflik dalam organisasi yaitu : Saling ketergantungan kerja, Perbedaan tujuan dan prioritas, Perbedaaan status, Sumber daya yang terbatas.

Tahap II konflik yang dipersepsikan (konflik yang dirasakan) , pada tahap ini salah satu pihak memandang pihak lain sebagai penghambat atau mengancam pencapaina tujuan.

Tahap III Konflik yang dirasakan, pada tahap ini konflik tidak sekedar  dipandang ada, akan tetapi benar-benar sudah dirasakan.

Tahap IV konflik yang dimanifestasikan, pada tahap ini prilaku tertentu sebagai indicator konflik sudah mulai ditunjukan, seperti adanya sabotase, agresi terbuka, konfrontasi, rendahnya kenerja dan lain-lainnya.

Tahap V konflik Aftermath, jika konflik benar-benar  diselesaikan maka hal itu akan meningkatkan hubungan  para anggota organisasi. Hanya jika penyelesaian tidak tepat maka akan timbul konflik baru.

B. Komunikasi dalam manajemen

1. Pengertian komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal

2. proses komunikasi

Menurut wiryanto (2006) Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara kominikan dengan komunikatornya.

Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :

a. penginterprestasian

b. penyandian

c. pengiriman

d. penerimaan

e. perjalanan

f. penyandian balik

g. penginterpresian kembali

3. hambatan dalam komunikasi

Beberapa hambatan dalam komunikasi yaitu :

a. hambatan psikologis

b. hambatan sosiokultural

c. hambatan interaksi verbal

4. komunikasi interpersonal

a. componential

Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikanumpan balik segera.

b. Situasional

Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung.

5. model pengolahan informasi komunikasi : rational, limited capacity, expert, cybermetic

Model-model Pengolahan Informasi pada dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan-dorongan internal (datang dari dalam diri) manusia untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya, serta mengembangkan bahasa untuk mengungkapkannya. Model Pengolahan informasi berorientasi pada : proses kognitif, pemahaman dunia, oemecahan masalah, berfikir induktif.

6. model interaktif manajemen dalam komunikasi.

a. confidence

Dalam manajemen timbulnya suatu interaksi karena adanya rasa nyaman. Kenyamanan tersebut dapat membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan suatu kepercayaan dan pengertian.

b. Immediacy

Immediacy adalah model organisasi yang membuat suatu organisasi tersebut menjadi segar dan tidak membosankan.

c. interaction manajemen

Adanya berbagai interaksi dalam manajemen seperti mendengarkan dan juga menjelaskan kepada berbagai pihak yang bersangkutan.

d. Expresiveness

Mengembangkan suatu komitmen dalam suatu organisasi dengan berbagai macam ekspresi perilaku.

e. other orientation

Dalam hal ini suatu manajemen organisasi berorientasi pada pegawai.

 

sumber :

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/197106141998031-JONI_RAHMAT_PRAMUDIA/KONSEP_EMPOWER_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf

 

http://kotak-kabar.blogspot.com/2011/06/definisi-pemberdayaan-empowerment.html

Joseph A. Devito, Komunikasi Antar Manusia .Jakarta; Profesional book,edisi 5, Hal. 231

http://communication.uii.ac.id/images/PERKULIAHAN/2013/SosKom/soskom6.pdf

Christian,M.2005.Jinakkan stress.Bandung:Nexx Media

http://www.pengertianahli.com/2013/08/pengertian-konflik-sosial-menurut-para.html

Wiryanto, DR., 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ketiga.Jakarta: PT Grasindo.

http://idadwiw.wordpress.com/2011/12/18/pengertian-komunikasi/

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06. penanganan – kerja

http:// pengertian manajemen.blogspoot.com

Posted in Uncategorized | Leave a comment

minggu ke 3

A. mengendalikan fungsi manajemen

1. pengertian controling (mengendalikan)

pengendalian adalah sebuah usaha sistematik dari manajemen untuk mencapai tujuan dengan membandingkan kinerja dengan rencana awal kemudian melakukan langkah perbaikan terhadap perbedaan-perbedaan penting dari keduanya.

Pengendalian adalah salah satu fungsi manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan. Pengendalian merupakan adalah fungsi penting karena membantu untuk memeriksa kesalahan dan mengambil tindakan korektif sehingga penyimpangan dari standar diminimalkan dan menyatakan tujuan organisasi dicapai dengan cara yang diinginkan.

Menurut konsep modern, kontrol adalah tindakan yang sebelumnya mengetahui, sedangkan konsep awal pengendalian digunakan hanya ketika kesalahan terdeteksi. Kontrol dalam manajemen berarti menetapkan standar, mengukur kinerja aktual dan mengambil tindakan korektif.

Pengertian pengendalian dari beberapa tokoh:

a. G.R. Terry

Pengendalian dapat didefinisikan sebagai proses penentuan, apa yang harus dicapai yaitu standar, apa yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan recana yaitu selaras dengan standar

b. Harold Koontz

Pengendalian adalah pengukuran dan perbaiakan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dapat terlaksana/

c. EFL Breach

Pengendalian juga memeriksa kinerja saat ini terhadap yang telah ditentukan standar yang terdapat dalam rencana, dengan tujuan untuk memastikan kemajuan yang memadai dan kinerja yang memuaskan.

2. langkah-langkah dalam mengendalikan fungsi manajemen

Mochler dalam Stoner James, A. F. (1988) menetapkan empat langkah dalam proses pengendalian, yaitu sebagai berikut:

a. Menentukan standar dan metode yang digunakan untuk mengukur prestasi.

b. Mengukur prestasi kerja.

c. Menganalisis apakah prestasi kerja memenuhi syarat.

d. Mengambil tindakan korektif

Langkah – langkah penting pada proses pengendalian dapat digolongkan 6 elemen, yaitu :

a. mengidentifikasikan tujuan dan strategi

b. Penyusunan program

c. Penyusunan anggaran

d. Kegiatan dan pengumpulan realisasi prestasi

e. pengukuran prestasi

f. analisis dan pelaporan

3. tipe-tipe kontrol dalam manajemen

Tipe – tipe control manajemen :

a. ( Awal ) Preliminary

Kadang – kadang disebut kendali feedforward, hal ini harus dipenuhi sebelum suatu pekerjaan dimulai. Kendali ini menyankinkan bahwa arah yang tepat telah disusun dengan sumber – sumber yang tepat tersedia untuk memenuhinya.

b. ( Saat Ini ) Concurrent

Berfokus pada apa yang sedang terjadi selama proses. Kadang – kadang disebut Kendali streering, kendali ini memantau operasi dan aktivitas yang sedang berjalan untuk menjamin sesuatunya telah sedang dikerjakan dengan tepat.

c. ( Akhir ) Post-Action

Kadang disebut kendali feedback. Kendali ini mengambil tempat setelah suatu tindakan dilengkapi. Kendali akhir berfokus pada hasil akhir, kebalikan dari input dan aktivitas.

4. jelaskan proses kontrol manajemen

Proses Manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses kerangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis. Sesungguhnya keempat proses itu merupakan hasil ikhtisar dari berbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai manajemen.

B. kekuasaan dan pengaruh

1. pengertian kekuasaan

Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.

Menurut Robert M. MacIver: “Kekuasaan sosial adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung dengan jalan memberi perintah, maupun secara tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia.

Kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat–akibatnya sesuai dengan tujuan–tujuan pemegang kekuasaan sendiri.

2. sumber-sumber kekuasaan

a. Kekuasaan Penghargaan (Reward power)

kekuasaan yang bersumber pada kemampuan orang mengontrol sumberdaya dan memberikan imbalan pada orang lain.

b. Kekuasaan koersif (Coercive power)

kekuasaan yang bersumber pada kemampuan dalam menggunakan ancaman dan hukuman.

c. Kekuasaan Legitimasi (Legitimate power)

kekuasaan yang bersumber pada hak atau  wewenang resmi dalam organisasi.

d. Kekuasaan Keahlian (Expert power)

kekuasaan yang bersumber pada kemampuan spesifik (keahlian) dalam bidang tertentu.

e. Kekuasaan Referen (Referent power)

kekuasaan yang bersumber pada ciri khas kepribadian tertentu.

3. unsur-unsur kekuasaan

a. Rasa takut

  • Menimbulkan kepatuhan terhadap perintah   seseorang yang ditakuti
  • perasaan negatif, orang tunduk pada orang lain karena terpaksa
  • meniru tindakan orang yang ditakuti
  • matched dependent behaviour
  • pemerintahan otoriter

b. Rasa Cinta

Umumnya menimbulkan tindakan atau perbuatan yang cenderung positif untuk menyenangkan hati orang yang dicintai.

c. Kepercayaan

Menimbulkan tindakan penyerahan diri terhadap berbagai urusan terhadap seseorang yang dipercaya.

d. Pemujaan

Menimbulkan tindakan yang cenderung membenarkan apa yang dilakukan oleh penguasa

4. bentuk-bentuk kekuasaan menurut french dan raven

Psikolog sosial Michigan, French dan Raven menggunakan definisi yang sama dalam membahas teori lapangannya Lewin mengenai kekuasaan. Menurutnya kekuasaan “adalah kemampuan potensial dari seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi yang lainnya didalam system yang ada”, (dalam Roderick Martin: 71). Tetapi penghalusan terhadap konsep Weber yang kini tampaknya paling menonjol disodorkan oleh Dahrendorf dan Blau. Merekalah yang berhasil menembus kelemahan tertentu yang ada pada teori-teori Weber, sebagaimana yang tampak umumnya pada pengembangan pendekatan Weber.

Setelah secara blak-blakan mendukung definisi Weber, kemudian Dahrendorf mengemukakan bahwa “kekuasaan adalah milik kelompok, milik individu-individu daripada milik struktur sosial”, (dalam Roderick Martin: 71). Perbedaan yang penting adalah kekuasaan dengan otoritas terletak pada kenyataan bahwa kalau kekuasaan pada hakekatnya diletakan pada kepribadian individu, maka otoritas selalu dikaitkan dengan posisi atau peranan sosial-kekuasaan, selalu merupakan suatu hubungan yang faktual, sedangkan otoritas merupakan suatu hubungan yang logis.

Perumusan yang menghilangkan wujud hubungan kekuasaan yang tidak terstruktur atau yang terjadi secara berulang-ulang ini merupakan sumber utama yang memunculkan konflik sosial.

French dan Raven mendefinisikan kekuasaan berdasarkan pada pengaruh; dan pengaruh berdasarkan pada pengubahan psikologis. Pengaruh adalah pengendalian yang dilakukan oleh seseorang dalam organisasi maupun dalam masyarakat terhadap orang lain. Konsep penting atas  dasar gagasan ini adalah bahwa kekuasaan merupakan pengaruh laten (terpendam), sedangkan pengaruh merupakan kekuasaan dalam kenyataan yang direalisasikan. French dan Raven mengidentifikasikan lima sumber basis kekuasaan :

a. KEKUASAAN BALAS JASA (REWARD POWER)

b. KEKUASAAN PAKSAAN (COERCIVE POWER)

c. KEKUASAAN SAH (LEGITIMATE POWER)

d. KEKUASAAN AHLI (EXPERT POWER)

e. KEKUASAAN PANUTAN (REFERENT POWER)

 

sumber :

http://id.shvoong.com/business-management/management/2290028-pengertian-dan-definisi-controlling-pengendalian/

 http://wayannirwansetiabudi.wordpress.com/2013/11/09/hubungan-antara-kekuasaan-dan-pengaruhnya-menurut-french-dan-raven/

 http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=30&cad=rja&ved=0CHYQFjAJOBQ&url=http%3A%2F%2Ffile.upi.edu%2FDirektori%2FFPEB%2FPRODI.AKUNTANSI%2F195407061987031-KARLI_SOEDIJATNO%2FAkmen%2FChapter_9%2FSISTEM_PENGENDALIAN_MANAJEMEN_YANG_DAH_DIEDIT.pdf&ei=p3hmUsqvC4iQrQf87IBg&usg=AFQjCNGXbNNrlz0cy1sYux9JSciK8oZ7IA&bvm=bv.55123115,d.bmk

 http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&sqi=2&ved=0CEQQFjAD&url=http%3A%2F%2Fweb.unair.ac.id%2Fadmin%2Ffile%2Ff_20025_3d.ppt&ei=lAerUqG0DYT-rAeSnYCIDQ&usg=AFQjCNHPxEiO1ob18ZXJGMMuFQ1Kcg4x_A&bvm=bv.57967247,d.bmk

 http://www.scribd.com/doc/30467346/Fungsi-Manajemen-Pengendalian

  http://blog.ub.ac.id/abidatul/files/2013/04/kekuasaan-dan-pengaruh-6.pdf

 Hasibuan, Malayu S.P. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara

 M.Ag, Badrudin. (2013). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Alfabeta.

 Tangkilisan, Drs.Hessel Nogi S. (2005). Manajemen Publik. Jakarta: PT. Grasindo.

 Stoner, James A.F., et al., Management, 6th Ed., Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, 1995 Sumber referensi, buku karangan Prof. Miriam Budiardjo, berjudul Dasar–Dasar Ilmu Politik, tahun 2000

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

tugas ke 2 managemen

A. Pengorganisasian Struktur managemen

1. Pengertian sturuktur organisasi

Struktur organisasi adalah pola hubungan antar anggota organisasi, tugas-tugas yang harus dijalankan oleh mereka, struktur-struktur satu sama lain saling bergantung, aktivitas organisasi harus direncanakan, diorganisasikan, diarahkan, dikendalikan, demi mencapai tujuan organisasi.

2. Pengorganisasian sebagai fungsi dari manajemen

Salah satu fungsi manajemen adalah mengetahui pengorganisasian yang merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting karena dengan pengorganisasian berarti akan memadukan seluruh seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi, baik yang bersumber saya manusia ataupun yang bersumber daya lainnya ke arah tercapainya suatu tujuan. Organisasi atau pengorganisasian dapat dirumuskan sehingga keseluruhan aktivitas managemen didalam pengelompokkan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan tercapai aktivitas-aktivitas managemen yang sebelumnya telah ditentukan terlebih dahulu.

3. Cantumkan contoh struktur organisasi dari suatu perusaan

Direktur utama astra Company mengepalai

  1.  Direktur Toyota Astra Motor
  2. Direktur Honda Astra Motor
  3. Direktur Daihatsu Astra Motor mengepalai : (a). Manajer keuangan, (b). Manajer produksi, (c). Manajer pemasaran, (d) Manajer personalia

4. Manfaat struktur fungsional dan struktur divisional

Manfaat struktur divisional

  • Koordinasi antar fungsi menjadi lebih mudah dan cepat
  • Mempunyai fleksibilitas pada struktur perusahaan
  • Spesialisasi pada setiap divisi dapat dipertahankan
  • Kesempatan karir lebih terbuka

Manfaat struktur fungsional

  • Efisiensi melalui spesialisasi
  • Komunikasi dan jaringan keputusannya relatif sederhana
  • Mempertahankan tingkat pengendalian strategi pada level manajemen puncak
  • Mempermudah pengukuran output dan hasil dari setiap fungsi

5. Kerugian dari struktur fungsional dan struktur divisional

Kerugian Struktur Fungsional

  • Dapat mendorong timbulnya persaingan dan konflik antar fungsi
  • Mengakibatkan sulitnya koordinasi di antara bidang-bidang fungsional
  • Dapat menyebabkan tingginya biaya koordinasi antar fungsi
  • Identifikasi karyawan dengan kelompok spesialis dapat membuat perubahan menjadi sulit

Kerugian struktur divisional

  • Mengkibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi funsional
  • Sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antar  divisi
  • Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah

B. Actuating dalam Managemen

1. Pengertian actuating dalam manajemen

Actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

2. Pentingnya actuating dalam manajemen

Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas.
Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam penggerakan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika :
a. Merasa yakin akan mampu mengerjakan
b. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya
c. Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting
d. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan
e. Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.

3. Prinsip actuating dalam manajemen

Menurut Handoko (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:
• Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya.
• Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia.
• Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi.
• Menghargai hasil yang baik dan sempurna.
• Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih.
• Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup.
• Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya.

4. Jelaskan pentingnya mencapai actuating managerial yang efektif

Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan. Pentingnya actuating, antara lain:·

  • Untuk menciptakan kerjasama yang lebih efisien
  • Untuk mengembangkan kemampuan & keterampilan staf
  • Untuk menumbuhkan rasa memiliki & menyukai pekerjaan
  • Untuk mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan motivasi & prestasi kerja staf
  • Dan membuat organisasi berkembang secara dinamis.

 Sumber:

Laurie J. Mullins, Management and Organisational Behavior, 7th Edition (Essex: Pearson

               Education Limited, 2005) p.596.

Stoner, James A.F. 1996. Manajemen Edisi Kedua Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Handoko,T.Hani.2009.Manajemen.Yogyakarta:BPFE-YOGYAKARTA

Covey, Stepehen R, The 7 Habits of Highly Effective People (7 Kebiasaan Manusia yang sangat

                  efektif), edisi revisi, alih bahasa Drs, Budijanto, Binarupa Aksara, Jakarta, 1997

https://docs.google.com/file/d/0B4KycYMTRjfdSTRwZ0VkYzZzYVU/edit?usp=drive_web&pli=1

http://filsafat.kompasiana.com/2013/04/15/teori-struktural-fungsional–546379.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment

EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

Usaha penerapan komputer dalam bidang bisnis terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Tahapan perkembangan tersebut yaitu:
þ Fokus awal pada Data (electronic data processing – EDP)
Didukung dengan munculnya punched card dan keydriven bookkeeping machines, dan perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya. Aplikasi yang digunakan sistem informasi akuntasi (SIA).

þ Fokus baru pada Informasi (management information sistem – MIS)
Seiring denga diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen.

þ Fokus Revisi pada Pengambilan Keputusan (Decision support sistem – DSS)
Merupakan hal yang berbeda dengan konsep SIM. DSS adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan serta diambil keputusannya oleh manajer.
þ Fokus sekarang pada Komunikasi (office automation – AO)
OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik. OA telah berkembang meliputiberagam aplikasi seperti konferensi jarak jauh (teleconference), voice mail, e-mail (surat elektronik), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing. Istilah lainnya dalam menggunakan semua aplikasi AO tersebut dinamakan dengan kantor virtual (virtual office).
þ Fokus potensial pada Konsultasi (artificial intelligence/expert sistem – AI/ES)
Ide dasar AI adalah komputer dapat deprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagaiseorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems) Penjelasan lebih lanjut akan dijumpai pada modul terakhir dari materi kuliah SIM.

Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah dengan memanfaatkan data dan informasi. Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Pada bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni SIA, SIM, DSS, kantor virtual dan sistem berbasis pengetahuan. Hal tersebut dinamakan dengan sistem informasi berbasis komputer (komputer based information sistem). Gambar 1.10 menunjukkan model CBIS.

Komputer-Based Information Sistems (CBIS)
Information specialist :
Adalah Orang yang bertanggung jawab dalam pengembangan dan pemeliharaan sistem berbasis komputer. Terdapat 5 (lima) golongan utama spesialis informasi, yaitu :
§ Sistem analyst
§ Database administrator
§ Network specialist
§ Programmer
§ Operator

Kerjasama antar golongan tersebut dilakukan dalam rangka mengembangkan sistem berbasis komputer.. hal tersebut menggambarkan rantai komunikasi tradisional yang menghubungkan pemakai, para spesialis informasi dan komputer.

Analis sistem bekerjasama dengan pemakai guna mengembangkan sistem baru dan memperbaiki sistem yang sekarang. Mereka merupakan pakar dalam mendefinisikan masalah dan menyiapkan dokumentasi tertulis mengenai cara komputer membantu pemecahan masalah.
Pengelola basis data bekerjasama dengan pemakai dan sistem analis dalam membuat basis data yang berisi data yang diperlukan untuk menghasilkan informasi bagi pemakai. Basis data adalah suatu kumpulan data yang terintegrasi, diatur dan disimpan menurut suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali serta pengelolaannya.
Spesialis jaringan bekerja sama dengan analis sistem dan pemakai membentuk jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumberdaya komputer yang tersebut. Spesialis jaringan menggambungkan keahlian bidang komputer dan telekomunikasi.
Programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem untuk membuat kode instruksi sehingga komputer dapat mengubah data menjadi informasi yang diperlukan pemakai.
Operator mengoperasikan peralatan komputer berskala besar (missal mainframe ataupun mini). Operator memantau layar komputer, mengganti ukuran kertas di printer, mengelola perpustakaan dan tugas-tugas serupa lainnya.

End User Computing Adalah salah satu metode pengembangan sistem berbasis komputer yang dilakukan oleh pemakai sendiri (user).
Perkembangan metode ini didukung oleh :
· Meningkatnya pengetahuan mengenai komputer;
· Banyaknya permintaan tidak sebanding dengan sumberdaya yang tersedia;
· Perangkat keras yang harganya semakin murah;
· Perangkat lunak siap pakai semakin banyak.

Peranan information specialist (ISp) berubah dari pengembang menjadi konsultan

Justifikasi dan Pengembangan CBIS
Pada keadaan awal perusahaan mengeluarkan biaya komputerisasi dihitung berdasarkan biaya tenaga administrasi yang digantikan. Selanjutnya pada keadaan kemudian biaya komputerisasi dihitung dengan laba yang mungkin akan dihasilkan dengan memanfaatkan sistem berbasis komputer. Sedangkan keadaan Sekarang biaya komputerisasi dihitung dengan ukuran kuantitatif maupun kualitatif.
Justifikasi komputer menjadi semakin sukar dengan bangkitnya sistem-sistem yang berorientasi informasi. SIM atau DSS dapat menghasilkan laporan yang berharga, tetapi seberapa berhagakan laporan tersebut ?
Nilai sepotong informasi sukar untuk ditaksir. Salah satu pendekatannya adalah dimana perusahaan menerapkan laporan kemudian dibandingkan dengan laba pada periode selama laporan tersebut digunakan dengan laba periode sebelumnya. Hal tersebut hamper tidak mungkin terlaksana dalam dunia bisnis yang dinamis. Umumnya ada banyak factor yang memberi kontribusi pada laba, dan memisahkan salah satu adalah hal yang nyaris mustahil.
Karena sukarnya mengukur nilai CBIS, perusahaan sangat hati-hati dalam membuat keputusan untuk menerapkan sistem tersebut. Manajer dan staf banyak menghabiskan waktu untuk mengevaluasi dampak sistem tersebut pada oganisasi. Menjustifikasi CBIS, dengan menggunakan gabungan ukuran-ukuran kuantitatif dan subyektif adalah langkah kunci dalam mencapai sumberdaya yang berharga tersebut.

Pengembangan CBIS
Dalam beberapa hal tiap subsistem CBIS identik dengan organisme hidup yakni lahir, tumbuh, matang, berfungsi dan mati. Proses evolusi tersebut dinamakan siklus hidup sistem (system life cycle – SLC).
Pengembangan CBIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari :
Ø Tahap Perencanaan,
Ø Tahap Analisis,
Ø Tahap Rancangan,
Ø Tahap Penerapan,
Ø Tahap Penggunaan.
Tahapan tersebut dapat digambarkan seperti nampak pada Gambar 1.13.
Siklus hidup suatu sistem bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa tahun (dalam satuan bulan atau tahun). Penentu lama dan yang bertanggung jawab atas SLC berulang ialah pemakai CBIS.

 
Walau banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka untuk pengembangan sistem berbasis komputer, pemakailah yang bertanggung jawab atas siklus hidup sistem. Tanggung jawab untuk mengelola CBIS ditugaskan pada manajer.
Seiiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus hidup dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan. Tanggung jawab keseluruhan manajer dan dukungan tahap demi tahap yang diberikan oleh spesialis informasi .
Ketika manajer memilih untuk memanfaatkan dukungan para spesialis informasi, kedua pihak bekerjasama untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah, mengidentifikasi dan mengevaluasi solusi alternative, memilih solusi terbaik, merakit perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai, membuat basis data, dan menjaga kemutakhiran sistem.

5. Ikhtisar
Informasi adalah salah satu dari 5 (lima) jenis utama sumber daya yang dapat dipakai oleh manajer. Semua sumber daya termasuk informasi dapat dikelola. Pengelolaan informasi semakin penting saat bisnis proses suatu organisasi atau perusahaan menjadi rumit dan kemampuan komputer berkembang.
Output komputer digunakan oleh manajer, non manajer, dan orang-orang atau organisasi dalam lingkungan perusahaan. Manajer terdapat pada semua tingkatan dan dalam semua bidang fungsional. Ketika para manajer melaksanakan fungsi-fungsi mereka dan memainkan peran mereka, mereka menambah keahlian komunikasi dan pemecahan masalah dengan pengetahuan tenatng komputer dan informasi.
Sistem adalah suatu integrasi elemen-elemen, yang semuanya bekerja menurut satu tujuan. Semua sistem meliputi tiga elemen utama yaitu input, transformasi dan output. Sistem yang berhubungan dengan lingkungannya disebut sistem terbuka, seangkan sebaliknya disebut dengan sistem tertutup.
Tedapat perbedaan antara data dan informasi. Data mencakup fakta dan angka-angka yang relative tidak berarti, kemudian diubah menajdi informasi oleh pengolah informasi. Sedangkan informasi memiliki arti bagi pemakainya. Pengolah informasi menyediakan informasi dalam bentuk lisan maupun tertulis. Informasi berasal dari sumber-sumber internal dan eksternal dan digunakan dalam membuat keputusan untuk memecahkan masalah.
Komputer pada awalnya digunakan sebagai sistem informasi akuntasi (SIA) yang merupakan bagian dari pemrosesan data (EDP), kemudian berkembang kearah pengolahan informasi (SIM). Selanjutnya berkembang sebagai sistem pendukung keputusan (DSS), kantor virtual atau otomasi kantor (OA), dan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-based sistems). Kelima bidang aplikasi tersebut membentuk sistem informasi berbasis komputer (CBIS).
CBIS berkembang melalui tahapan-tahapan perencanaan, analisis, rancangan, penerapan, dan penggunaan. Tahapan-tahapan tersebut dinamakan siklus hidup sistem dan dapat dilakukan oleh pemakai sendiri atau pemakai bekerja sama dengan spesialis informasi. Bahkan bila sistem dikembangkan bersama-sama, manajerlah yang bertanggungjawab atas tiap tahap siklus hidup sistem.

Kesimpulan
Dari uraian dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi aadalah salah satu pemanfaatan media teknologi untuk mempermudah siklus input, proses dan output dalam metode keilmuan berbasis psikologi
Dalam metode kelimuan, keberadaan sistem informasi terutama yang berbasis komputer dalam pengelolaan informasi  sudah tidak asing lagi dalam berbagai disiplin ilmu. Alat bantu skoring dan interpretasi tes EPPS dan kraeplin yang dikembangkan oleh seorang psikologi klinis, Dr Ira puspitawati, adalah salah satu bentuk peranan sistem informasi berbasis komputer dalam mempermudah psikodiagnostik.
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Konsultasi Lamaran Kerja

MELAMAR KERJA SEBAGAI SALESMAN

1.CARA MENJUAL PRODUK

     Berdasarkan cara menjual produk salesman dibagi menjadi 4 kelompok:

1. Salesman Direct Selling

        Yaitu salesman yang membawa produk langsung ditawarkan ke pemakai (user), biasanya mereka berjalan kaki dari rumah ke rumah (door to door). Produk yang dijual umumnya produk kebutuhan sehari-hari (consumer good). Perlu diketahui juga biasanya produk yang ditawarkan dari kelas 2, atau merek tidak terkenal atau bahkan merek tembakan dengan desain dan logo mirip merek yang ditembak.

          Salesman jenis ini biasanya tidak mendapatkan gaji, tetapi hanya sekedar uang transport dan komisi. Mereka akan mendapatkan uang (komisi) jika berhasil menjual produknya, besarnya komisi bervariasi tergantung harga produk dan tingkat kesulitan dalam penjualan. Fasilitas yang diperoleh para salesman jenis ini juga sangat minim.

2. Salesman Motoris

        Salesman jenis ini membawa produk dengan menggunakan tas pengangkut barang atau rak dan sejenisnya yang diletakkan pada sepeda motor. Target konsumennya adalah toko-toko kecil jenis retail, seperti bidak-bidak PKL, toko pinggir kampung, masuk gang dll.

         Produk yang dijual biasanya consumer good dari perusahaan yang sudah mempunyai nama dan asli bukan merek tembakan. Salesman ini biasanya sudah mendapatkan gaji pokok, uang transport, uang makan dan bonus jika mencapai target penjualan.

3. Salesman Kanvas

          Salesman jenis ini membawa produk langsung menggunakan mobil box. Sasaran konsumennya adalah toko-toko (outlet) yang kelasnya lebih besar daripada outlet motoris atau toko kelas menengah, bahkan terkadang ada juga toko besar (grosir) serta minimarket.

           Produk yang di jual merupakan produk consumer good yang cukup terkenal. Salesman jenis ini sudah mendapatkan gaji pokok,tunjangan normatif lain seperti jaminan kesehatan untuk dirinya beserta keluarga, serta mendapatkan bonus jika mencapai target penjualan. Besar gaji dan tunjangan lebih besar daripada salesman motoris.

4. Salesman Take Order

          Salesman ini tidak membawa barang (produk) secara langsung. Sistem kerjanya dengan mengunjungi konsumen (toko), menawarkan produk, mencatat kebutuhan konsumen (cara seperti ini dinamakan take order) , kemudian menyerahkan catatan hasil orderan ke bagian administrasi kantor perusahaannya untuk kemudian ditindak lanjuti dengan penngiriman produk ke outlet oleh bagian pengiriman (delivery order).

          Type toko yang menjadi pelanggannya biasanya kelas menengah ke atas, seperti minimarket, grosir dan supermarket, meskipun kadang ada juga outlet retail. Salesman ini mendapatkan fasilitas sama dengan salesman kanvas, tetapi biasanya gaji dan tunjangannya lebih tinggi kareana omzet yang dihasilkan juga lebih tinggi.

2. PERUSAHAAN YANG MENGGAJI SALESMAN

Berdasarkan perusahaan yang mengaji, salesman dibagi menjadi dua ;

1. PERUSAHAAN PRINCIPLE

          Perusahaan principle adalah perusahaan pemilik merk yang dijual oleh salesman Contoh: PT Cussons (produk baby dan konsumer), PT. Nestle (produk susu dengan merk Dancow), PT. Unilever(produsen rinso,sunsilk dsb) , P&G (shampo pantene), Wing (Daia, mie sedap dsb) dll.

          Salesman yang bekerja pada perusahaan ini disebut salesman principle. Fasilitas yang diperoleh cukup bagus, gaji dan insentif biasanya diatas Upah Minimum Propinsi (UMP), jamsostek, kendaraan inventaris, jenjang karir yang jelas dsb. Salesman principle biasanya kanvas dan take order.

2. PERUSAHAAN DISTRIBUTOR

          Perusahaan distributor adalah perusahaan penyalur resmi dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan principle. Salesmannya disebut sales distributor. Tugas dan tanggung jawabnya sama dengan saleman principle. Besar kecilnya gaji dan fasilitas yang diperoleh tergantung kapasitas dari perusahaan yang bersangkutan. Ada yang lebih bagus, sama ataupun lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan principle.

 Kesimpulan

Dapat di tarik kesimpulan dari gambaran singkat tentang lowongan pekerjaan untuk posisi salesman. Selesman adalah sebuah profesi dimana seseorang yang kerjanya berkeliling ke rumah-rumah, sok ramah tamah dan berniat menjual produknya ke konsumen dengan cara menghasut konsumen agar tertarik dan membeli produknya. Setelah anda memahami, kami harap anda tidak usah ragu dan malu untuk melamar kerja sebagai salesman dan jangan salah dalam memilih perusahaan. 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Manusia dengan penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.  Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bengkit bagi seseorang atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Manusia dengan Keindahan

Keidahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan juga bersifat universal artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.  Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment